Desa Penggarit dibanjiri ratusan Marinir

15055654_1445922488768803_906680778069627249_nKemarin Hari Minggu tanggal 13 November 2016 ratusan prajurit Korps Marinir, Prajurit Korps Baret Ungu yang datang dari Jakarta melaksanakan ziarah ke TMP Jayana Sureng Yudha di Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Di antara beberapa daerah yang berada di Kabupaten Pemalang, Penggarit adalah salah satu yang paling banyak disebut sebagai basis perjuangan Corps Mariniers (CM) Corps Armada (CA) IV yang merupakan embrio dari Korps Marinir TNI AL saat ini.

Di desa yang terkenal sebagai desa perjuangan ini, berdiri dengan megah Taman Makam Pahlawan (TMP) Jayana Sureng Yudha, inilah saksi bisu perjuangan para pendahulu Korps Marinir saat menghadapi Belanda pada masa perjuangan kemerdekaan.

Penggarit sebagai basis perjuangan prajurit Korps Marinir jaman dulu diawali dari peristiwa 19 Desember 1948 saat Belanda melacarkan kembali Agresinya di Indonesia dengan menyerbu secara membabi buta kota Jogyakarta.

Saat itu, pasukan Corps Mariniers (CM) Corps Armada (CA) IV yang diperbantukan ke Divisi III Diponegoro yang dikenal dengan sebutan Resimen Samudera baru saja selesai konsolidasi dengan menyusun kembali dari sistem Batalyon ke sistem Group. Sebagai Komandan Resimen Samudera Pasukan CA IV adalah Mayor R. Soehadi dengan wakil sekaligus merangkap Perwira Operasi Kapten Ali Sadikin.

Dalam perintah koordinasinya dari MBKD (Markas Besar Komando Djawa) melalui Divisi III Diponegoro bahwa pasukan Corps Mariniers yang tergabung dalam Resimen Samudra tersebut agar segera meninggalkan daerah Temanggung Parakan dan merebut serta menguasai daerah yang disebut dengan “Sub Wehrkraise Slamet-V (SWKS V)” meliputi Pemalang – Pekalongan hingga Batang.15055884_1445888715438847_7769077260033457664_n