Desa penggarit Mengikuti Pelatihan Jurnalis Bagi Aparat Kabupaten Dan Desa Pilot Project Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018

Pembangunan di desa tidak hanya terbatas pada pembangunan gedung, infrastruktur saluran at

au jalan desa. Keterbukaan informasi desa kepada masyarakat luas kini menjadi bagian dari prioritas

pembangunan di desa. Selain pembangunan

sarana dan prasarana pendukung Sistem Informasi Desa (SID), yang tidak kalah pentingnya adalah penyiapan Sumber Daya Manusianya.

Selasa (14/8) Pemerintah Jawa

Tengah Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa,

Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyelenggarakan Pelatihan Jurnalis Bagi Aparat Kabupaten Dan Desa Pilot Project Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Acara di selenggarakan di Hotel Neo Candi Semarang. Mengundang 29  Kabupaten yang terdiri dari 4 Desa Pilot Project dan 1 pejabat atau staf yeng menangani sistem informasi di desa atau sekitar 145 peserta. Desa Penggarit menjadi salah satu peserta dengan mengirimkan Sdr.  Holid Mawardi selaku Kepala dusun sekaligus Admis SID di desa. Acara dibuka tepat pukul 15.55 WIB oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah Bapak Sudaryanto, M.Si. dalam sambutanya Kepala Dinpermasdes Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa seorang jurnalis desa harus mampunmengetahui dan menyajikan berita yang sarat aktualitas, tidak mengandung ujaran kebencian,  tulisan yang bertanggung jawab dan bukan berita palsu atau HOAX. Sehingga dengan adanya jurnalis desa segala potensi desa dapat tergali dan masyarakat luas mampu memperoleh informasi.

Acara dilanjutan dengan pengisian oleh staf Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sunaryo. Beliau menitik beratkan pada jurnalis yang ikut andil dan memikul tanggung jawab demi mensukseskan visi – misi gubernur dan wakil gubernur jawa tengah tahun 2018 – 2023. Kemiskinan menjadi salah satu sorotan utama dalam visi – misi gubernur dan wakil gubernur, karena berdasarkan data dari tahun 2013 bahwa semakin menurunnya angka kemiskinan akan menaikan tingkat pendidikan, kesehatan, dan angka harapan hidup.

Rangkaian acara pada hari pertama ditutup dengan penyampaian materi  oleh Praktisi Media  Suara Merdeka Bapak Agus Widyanto. Dalam materinya beliau memaparkan kiat khusus untuk memulai dalam menyampaikan berita baik secara fisik maupun secara elektronik. Selain dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh pembaca, Konsep 5W + 1H adalah modal awal seorang jurnalis. selanjutnya dari berita yang sudah dikonsep tersebut harus mampu ditimbang nilai beritanya (News Value). Sehingga berita yang kita sampaikan bukan merupakan berita yang sifatnya hanya sampah semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *